Welcome! سلام

“jika langit adalah
lembaran kertas dan lembayung senja adalah tinta emas,
maka semoga tinta itu akan menuliskan semburat
yang tersembunyi diantara arak-arakan awan kepada langit,
agar dia mampu meng'ejanya








Senin, 29 Oktober 2012

40 AKIBAT MAKSIAT YANG SANGAT MENAKUTKAN



Bismillahir-Rahmaanir-Rahiim ...



Sungguh dosa dan kemaksiatan itu akan dibayar spontan di dunia sesuai dengan masyi-atillah. Imam Ibnul Qayyim Al-Jauzi telah menghitung dan ternyata ada kurang lebih 40 balasan bagi pelaku sebuah kemaksiatan.

Saya kutip dan tulis dalam sebuah bulletin mungil, agar seluruh lapisan mengetahuinya dengan mudah.

Ibnul Qayyim Al-Jauzi menuturkan, bahwa efek kemaksiatan itu sebagaimana berikut:

1. Tidak mendapatkan ilmu. Sebab ilmu itu adalah nur yang diberikan Allah ke suatu hati, sedangkan maksiat itu berfungsi mematikan nyala nur tersebut. Imam Malik pernah berkata kepada Imam Syafi'i muridnya: Sungguh aku telah melihat Allah memberikan nur ke hatimu, maka jangan engkau matikan dengan kemaksiatan.

2. Kehilangan jatah rizkinya. Nabi bersabda:
"Sungguh seseorang bisa tidak mendapatkan rizkinya sebab dosa yang dilakukannya."
(HR. Ahmad dan Hakim dari Tsauban)

3. Pelaku maksiat akan mengalami kegersangan jiwa terhadap Rabbnya. Dia akan kehilangan kelezatan ma'iyatillah, padahal hal ini tidak bisa dinilai dengan kenikmatan duniawi. Jika semua kelezatan duniawi disatukan tidak akan bisa mengobati kekeringan jiwa seseorang.

4. Dia juga akan merasa buas dengan sesama, utamanya dengan para pelaku kebaikan.
Semakin kuat rasa kebuasannya semakin jauh dia dengan manusia baik.

5. Semua perkaranya menjadi semakin susah. Maka dari itu, ia akan selalu mendapati
pintu tertutup dalam segala hal.

Kebalikannya, orang yang menjauhi dosa akan selalu menemukan way out dari segala urusannya. Allah berfirman yang artinya: " Siapa saja yang bertakwa kepada Allah, maka Allah mejadikan segala urusanya menjadi lebih mudah."

6. Pendosa ini akan mendapati kegelapan hati. Ia merasakannya seperti saat berjalan pada malam kelam. Pertama kali akan tampak secara lahiriyah di matanya, lalu menjalar ke mukanya dan akhirnya akan diketahui oleh semua orang.

7. Kemaksiatan bisa melemahkan badan dan hati seseorang.
Maka dari itu, ia tidak memiliki keteguhan hati dan juga akan terlihat loyo saat kegentingan yang memerlukannya walau kelihatan tegap badan dan ototnya.

8. Kehilangan ketaatan dan banyak pahala. Karena dengan dosa tersebut, ia terhalang untuk melakukan berbagai ketaatan. Padahal sebuah amal ketaatan itu jauh lebih baik daripada dunia seisinya.

9. Kemaksiatan mengurangi jatah umur dan menghilangkan keberkahannya. Karena amal kebajikan itu menambah umur seseorang maka kemaksiatan (amal bejat) dapat mengurangi usia. Rahasianya, usia seseorang adalah waktu hidupnya. Sedangkan hidup tidak berarti kecuali dengan berbakti (beribadah) kepada Penciptanya, merasa nikmat dengan mencintai dan mengingatNya serta lebih mendahulukan ridhaNya.

10. Kemaksiatan menumbuhkan benih-benih dosa. Sebagian ulama berkomentar: Termasuk balasan amal buruk (maksiat) adalah amal buruk berikutnya. Sedangkan balasan amal baik (hasanat) ialah amalan baik selanjutnya.

11. Kemaksiatan melemahkan keinginan pelakunya. Karena maksiat itu akan menguatkan keinginan berbuat dosa dan melemahkan keinginan bertobat.

12. Menganggap kemaksiatan sebagai hal yang biasa. Lalu lenyaplah rasa benci kepadanya dan bahkan berubah menjadi suatu tradisi. Pelakunya menjadi apatis tidak menghiraukan suara dan pandangan masyarakat.

13. Kemaksiatan salah satu faktor jatuhnya di mata Tuhan dan masyarakatnya.
Allah berfirman yang artinya: " Dan siapa saja yang dihinakan oleh Allah,
maka tidak ada lagi yang memuliakannya."
(QS. Al-Hajj: 18)

14. Kesialan akan menghantui pelakunya.

15. Kemaksiatan mewariskan kehinaan. Karena kehormatan dan kemuliaan itu berada pada
naungan taat kepada Allah. Allah berfirman yang artinya: " Siapa saja yang menginginkan kemuliaan, sesungguhnya seluruh kemuliaan itu hanya milik Allah."
(QS. Fathir: 10)

16. Kemaksiatan merusak otak. Karena pikiran itu memiliki nur sedangkan maksiat fungsinya
adalah memadamkan nur tersebut. Jika nur pikiran padam maka berkuranglah kebriliannya.

17. Jika dosa-dosa banyak menumpuk, maka akan lengket di hati pelakunya dan menjadikannya orang yang lalai. Sebagian ulama menafsirkan ayat yang artinya: " ... "
(QS. Al-Muthoffifin: 14) dengan: Dosa di atas dosa.

18. Pelaku kemaksiatan masuk dalam rangkaian laknat Rasulullah . Maka sungguh amat merugi manusia yang didoakan buruk oleh orang yang amat mustajab doanya.

19. Dia juga kehilangan peluang untuk mendapatkan doa baik dari Rasulullah dan para malaikat.

20. Dosa dan kemaksiatan itu termasuk faktor utama dalam kerusakan bumi. Allah berfirman yang artinya: " Sungguh telah tampak jelas kerusakan di daratan dan lautan sebab tingkah polah manusia (dengan dosanya) agar merasakan akibat tindakannya tersebut dan mau kembali."
(QS. Ar-Rum: 11)

21. Juga bisa mematikan api kecemburuan dalam hati. Padahal ghirah itu merupakan energi dan penawar hati. Manusia termulai adalah yang paling hebat kadar ghirahnya, utamanya pada diri sendiri , keluarga dan seluruh umat.

22. Kemaksiatan bisa menghilangkan sifat malu. Malu merupakan inti kehidupan hati seseorang dan pangkal segala kebaikan. Jika hilang, maka ia kehilangan banyak hal. Nabi bersabda: "Rasa malu itu adalah kebaikan seluruhnya." (HR. Muslim)

23. Demikian pula dapat melemahkan rasa pengagungan terhadap Allah dalam hati seseorang dan menghilangkan kewibawaanya di mata manusia. Karena termasuk balasan dari meremehkan Allah adalah dicabutnya kewibawaan di mata orang lain, baik ia rela atau tidak. Akhirnya ia tidak memiliki harga di mata mereka.

24. Kemaksiatan termasuk salah satu faktor dilupakan Allah dan dibiarkan bergelimang dengan hawa nafsu dan setannya. Maka dari itu, kebinasaan dan kehancuran saja yang akan didapat. Allah berfirman yang artinya: " Waha orang-orang yang beriman, bertaqwalah kalian kepada Allah, hendaknya seseorang itu melihat apa yang telah dipersembahkan untuk esok dan sekali lagi bertakwalah kepada Allah. Karena sesungguhnya Allah Maha Tahu mengenai apa saja yang kalian kerjakan. Dan janganlah kalian seperti orang-orang yang melupakan Allah, maka Allah melupakan jiwa mereka. Mereka itu adalah orang-orang fasik."
(QS. Al-Hasyr: 18-19)

25. Dosa dan maksiatu itu memperlemah jalan seseorang menuju Allah dan akhirat dan bahkan menyebabkannya terputus.

26. Dosa-dosa itu juga bisa menyingkirkan nikmat dan mendatangkan bencana. Karena termasuk balasan buruk bagi pelakunya adalah menghilangkan kenimatan yang datang dan memutus aliran nikmat yang akan diterima. Oleh karenanya, seorang hamba selalu dalam kenikmatan selama tidak melanggar dosa dan tidak mendapati malapetakan melainkan karena dosa pula. Allah berfirman yang artinya: "... " (QS. Al-Anfal: 53) seorang penyair bersenandung:

Jika anda dalam kenikmatan maka peliharalah,
karena kemaksiatan itu menghilangkan kenikmatan-kenikmatan,
Hapuslah kemaksiatan tersebut dengan menaatiNya..,
karena siksa dan ancamanNya amatlah cepat

27. Sebab kemaksiatan, Allah menimpakan ketakutan dan rasa kecut di hati pelakunya. Karena ketaatan itu adalah benteng Allah yang agung, siapa saja yang memasukinya akan mendapati jaminan keamanan dari siksa dunia dan akhirat. Sedangkan pelaku kemaksiatan tidak terlihat kecuali dalam kondisi penuh ketakutan dan kehawatiran, sebab dihantui perasaan dosanya terus menerus.

28. Kemaksiatan itu membelokkan hati seseorang dari komitmen dan konsisten kepada inhiraf (melenceng) dan sakit. Sungguh, pengaruh hati itu amat besar seperti sakit atas badan seseorang. Bahkan dosa-dosa itu pada hakikatnya adalah penyakit hati yang hanya bisa sembuh dengan meninggalkannya.

29. Kemaksiatan itu mematikan mata hati, meredupkan cahayanya, menutup jalan ilmu dan menghalangi pintu hidayah.

30. Kemaksiatan mengkerdilakan jiwa dan menjadikannya hina dina. Sebaliknya amal taat mengembangkan jiwa, membersihkan dan membesarkannya. Allah berfirman yang artinya: " Sungguh telah berbahagia orang yang ..." (QS. As-Syams: 9-10)

31. Dosa juga menjatuhkan kedudukan seseorang di sisi Allah dan di mata manusia. Karena orang termulia di sisi Allah adalah yang paling bertaqwa, sedangkan yang paling dekat denganNya ialah orang yang paling taat kepadaNya.

32. Kemaksiatan merampas nama terpuji dan kemuliaan. Maka ia kehilangan predikat mukmin, pelaku kebaikan dan orang yang bertaqwa. Tapi mendapatkan predikat pendurhaka, fasik, penzina, pemabok dll.

33. Kemaksiatan memutus tali hubungan seseorang dengan Rabbnya. Jika hal itu terputus, maka terputuslah aliran kebaikan dan hanya menemui semua faktor keburukan.

34. Kemaksiatan menghapuskan keberkahan-keberkahan, baik keberkahan umur, rizki, ilmu, pekerjaan dan ketaatan. Secara keseluruhan menghilangkan keberkahan agami dan duniawi.

35. Kemaksiatan menjadikan pelakunya hina dina. Padahal memiliki peluang menjadi lebih terhormat. Nabi bersabda: "Aku diutus dihadapan hari Kiamat. Rzkiku berada di bawah tombakku dan ditimpakan orang yang tidak menaatiku kehinaan dan kekerdilan."
(HR. Ahmad dari Abdullah bin Amr)

36. Kemaksiatan menarik makhluk lain untuk lebih berani kepada pelakunya. Maka dari itu, setan lebih berani menimpakan penyakit, kesesatan, waswas, kesedihan dan kesusahan. Demikian pula setan manusia dan hewan lain.

37. Kemaksiatan itu menghianati pelakunya dalam hal yang amat diperlukannya. Baik itu dalam mendapatkan ilmu, lebih mementingkan sesuatu yang remeh daripada yang lebih mulia.

38. Maksiat bisa menjadikan lupa pelakunya terhadap dirinya sendiri. Jika ia melupakannya maka akan menyia-nyiakan, merusakkan dan menghancurkannya.

Allah berfirman yang artinya: " Dan janganlah kalian seperti orang-orang yang melupakan Allah
lalu Allah lupa terhadap diri mereka sendiri. Mereka itu adalah orang-orang fasik."
(Al-Hasyr: 19). Juga dalam ayat: "Mereka lupa Allah, maka Allah lupa mereka." (At-Taubah: 67)

39. Maksiat menjauhkan diri pelakunya dari para penolongnya. Maka ia akan lebih dekat kepada setan.

40. Termasuk efek maksiat adalah kehidupan sulit di dunia, kubur dan siksa pedih di akhirat. Allah berfirman yang artinya: " Dan siapa saja yang berpaling dari mengingatKu, maka sungguh ia akan menemui kehidupan susah." (Thoha: 124)
Ini semua adalah aneka efek maksiat dan dosa. Orang yang menggunakan akalnya akan merasa cukup untuk bertaubat dan kembali kepada Allah dengan salah satunya saja. Maka sungguh amat layak untuk seorang muslim untuk segera bertobat secara benar. Allah berfirman yang artinya:

" Katakanlah, Waha para hambaKu yang telah menzalimi dirinya sendiri, janganlah kalian berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni seluruh dosa. Sesungguhnya Allah Maha pengampun dan Maha penyayang." (az-Zumar: 53)

Nabi bersabda: "Bahwasanya Allah membentangkan kedua Tangannya pada malam hari untuk menerima tobat orang yang berbuat dosa di siang hari. Dan membukanya pada siang hari untuk menerima tobat orang yang berbuat dosa pada malam hari."

Jauhilah tobat yang bohong yang hanya dibibir saja, sementara hatinya selalu ingin melakukan kemaksiatan. Jangan anda anggap remah suatu kemaksiatan, karena sebab kemaksiatanlah bapak dan ibu kita dikeluarkan dari Surga. Juga penyebab Iblis dikeluarkan dari lingkungan malaikat.

Demikian pula yang menyebabkan disiksanya kaum 'Ad, kaum Tsamud dengan suatu teriakan, kaum Luth, kaum Nabi Syu'aib, Fir'aun dan pengikutnya serta maksiat merupakan penyebab segala bencana yang menimpa manusia.

Dan akhirnya, wa shallallaahu 'alaa Muhammadin wa 'alaa aalihii wa shahbihii wa sallam...

Wallahua’lam bish Shawwab....
Semoga bermanfaat bagi yang membacanya ....
.... Segala puji bagi Allah, yang dengan nikmat-Nya sempurnalah semua kebaikan ....

Barakallahufikum ....

Minggu, 28 Oktober 2012

Menunggu Waktu Tuk Bersamamu

Kau adalah air mata,
Yang mengalir dalam hatiku yang sepi
Begitu murni, tulus dan suci
membasahi mataku yang mulai layu
Kau adalah waktu,
Yang kuhabiskan untuk memimpikanmu
Begitu singkat namun sangatlah berarti
Kau adalah darah,
Yang mengalir dalam urat nadiku
Memberikan arti kehidupan yang aku jalani


Seandainya saja sang waktu memihak pada kita
Seandainya saja masa tak berpaling dari kita
Jika saja ruang tak menjauh dan menyekat raga kita
Pasti kita masih tetap bersama
Mengapa kau pergi sendiri?
Tanpa sebuah isyarat yang pasti
Tinggalkanku bersama seluruh cintamu
Mengapa tak kau ajak aku?
Karena aku masih ingin terus bersamamu
Melintasi tiap ruas jalanan ini
Aku kehilanganmu bersama seluruh nafasku
Aku kehilanganmu bersama segenap hatiku
Aku kehilanganmu bersama semua bahagiaku
Dan aku kehilanganmu disisa hidupku
Rasanya… aku tak lagi mampu bernafas
Sepertinya hatiku tak lagi bergetar
Aku ingin bersamamu
Meskipun di dunia yang berbeda
Meski harus ditempat yang tak seindah dunia
Asalkan aku tetap menjadi tulang rusukmu



Yakinkan aku bahwa…
Kau tetap akan selalu menghampiriku
Melalui rindu yang membalut jiwaku
Dan melalui waktu yang mengikat kenangan kita
Agar aku selalu tenang menatap kenanganmu
Dan selalu bahagia tanpa dirimu

~Muhasabah Diri - Introspeksi Diri ~




Wahai diri,
Tundukkanlah hatimu selalu di hadapan-Nya, pasrahkan jiwamu selalu kepada-Nya,
lihatlah dirimu yang lemah lagi hina itu, pandanglah jasadmu yang rapuh itu,
lihatlah apa yang telah engkau usahakan untuk-Nya, dan renungkanlah olehmu
untuk apa umurmu engkau habiskan selama ini..!


Teruslah engkau bermuhasabah diri dan jangan pernah melewatkannya!
Cobalah ambil cermin olehmu untuk melihat gambaran dirimu dan
lihatlah dirimu yang berdiri disana! Pandanglah dengan seksama
semua bagian tubuhmu yang lemah dan fana itu!
Pandanglah ia dengan penuh kerendahan dirimu di hadapan-Nya!



Wahai diri,
Pandanglah kepalamu !
Apakah ia senantiasa engkau tundukkan dan sujudkan dengan penuh harap,
takut dan penuh kehinaan di hadapan Rabb-mu, atau apakah ia masih tetap
menengadah penuh keangkuhan, kecongkakan dan kesombongan kepada Rabbmu
juga hamba-hamba-Nya, sehingga engkau pun semakin melampaui batas?


Pandanglah matamu..!
Apakah ia senantiasa engkau gunakan untuk menatap keindahan, kekuasaan
serta keagungan-Nya melalui Ayat-ayat-Nya juga ciptaan-Nya, atau apakah
engkau gunakan matamu untuk memandang perkara yang dilarang-Nya
juga berbagai bentuk kemaksiatan yang tampak dihadapanmu,
sehingga membutakan matamu dari Kalamullah?


Pandanglah telingamu..!
Apakah ia senantiasa engkau gunakan untuk mendengarkan firman-firman-Nya,
mendengarkan suara bacaan Al Quran, tausiyyah dan seruan kebaikan lainnya,
atau apakah ia masih engkau gunakan untuk mendengarkan suara-suara yang
tiada berguna bagimu, sehingga ia pun mengeraskan hati dan pikiranmu?

Pandanglah hidungmu..!
Apakah ia senantiasa engkau gunakan untuk mencium bumi Allah atau
hamparan sajadah sebagai alas untuk shalat dan sujudmu,
mencium orang tuamu, istrimu, suamimu dan anak-anak tercintamu
serta mencium kepala anak-anak kaum papa yang kehilangan cinta dan
kasih sayang kedua orang tuanya, atau apakah ia masih engkau gunakan
untuk bermaksiat kepada-Nya, sehingga engkau pun tak akan mendaptkan
harumnya bau surga?

Pandanglah mulutmu..!
Apakah ia senantiasa engkau gunakan untuk menyampaikan Ayat-ayat-Nya,
menyebarkan ilmu-Nya, mengatakan kebenaran dan kebaikan, nasehat-nasehat
yang bermanfaat dan menjaga diri dari keburukan lisannya, atau apakah
ia masih engkau gunakan untuk mengatakan kata-kata yang tiada berguna,
mencaci, memaki, ghibah, memfitnah, mengadu domba, berdusta ,
sehingga Allah benci dan murka terhadap dirimu?

Pandanglah tanganmu..!
Apakah ia senantiasa engkau gunakan untuk bersedekah, menolong orang yang kesusahan, membantu sesama yang kena musibah, menciptakan karya-karya yang berguna untuk umat, atau apakah ia masih engkau gunakan untuk mendzalimi orang lain, mencuri yang bukan menjadi hakmu, menganiaya saudaramu yang tak berdaya, sehingga engkau pun akan menjadi binasa karena tanganmu sendiri?

Pandanglah kakimu..!
Apakah ia senantiasa engkau gunakan untuk melangkah ke tempat-tempat yang diridhai-Nya, tempat ibadah, tempat menuntut ilmu pengetahuan, tempat-tempat pengajian yang benar lagi lurus, atau apakah ia masih engkau gunakan untuk membawa dirimu ke lembah kemasiatan, melangkahkan kakimu ke tempat yang dilarang-Nya, dan melangkahkan kakimu untuk melakukan kejahatan dan keresahan umat, sehingga engkau pun mendapatkan adzab dari-Nya?

Pandanglah dadamu..!
Apakah di dalam dadamu tersimpan kelapangan dan kelembutan hati,
keikhlasan dan kesabaran, rasa syukur dan tawadhu, juga keimanan dan
ketauhidan yang benar, atau apakah engkau masih menyimpan dan
membiarkan penyakit hatimu tumbuh subur, membiarkan hatimu gelap gulita,
menggadaikan jiwamu untuk urusan dunia, mengotorinya dengan dosa dan
permusuhan, sehingga hidupmu merasa hampa dan jiwamu menjadi teman syaitan laknatullah?
Mudah-mudahan catatan pengingat ini selalu akan menjadi penggugah dan penyemangat diriku agar senantiasa mengkaji diri, bermuhassabah diri dan berusaha menjadi seorang hamba Allah yang senantiasa memperbaiki diri….Aamiin yaa Robbal Alamin.

Sabtu, 27 Oktober 2012

Seuntai mawar kata untukmu Muslimah’ku’



 Aku persembahkan untaian mawar kata yang tak akan engkau lupa selamanya.
Ingat-ingat selalu…dan pahamilah sebaik-baiknya!

• Berjilbab sebelum menghadapi hisab.
• Wanita tak berjilbab bagai rumah tak berpagar.
• Kerudung lambang ketakwaan dan Islam …
kerudung bukti rasa malu dan kesusilaan….
kerudung menjaga kewibawaan dan kehormatan…
kerudung mahkota terindah untuk kecantikanmu dan bukti terbesar
atas kesopanan serta kesempurnaan dirimu.
• Hai wanita mukmin yang mulia, lindungilah tubuhmu dari
sorot tajam mata-mata keranjang…
bentengi dengan perisai kesusilaan untuk melumpuhkan panah-panah tajam.
• Bukankah satu hal konyol sekaligus memperhatiakan bila kita melihat wanita tua
menambal garis-garis keriput di wajahnya dengan kosmetik dan
mengenakan pakaian laki-laki
seperti celana panjang dan t-shirt??
• Betapa ruginya wanita yang tak berjilbab…
ia sesat dan lalai…
ia jual surga dengan harga murah untuk membeli neraka jahim dengan harga mahal.
Apakah diantara wujud iman kepada Allah itu mendahulukan maksiat kepada-Nya
ketimbang manaati-Nya?
Duh betapa ruginya para wanita, kala mereka rela melepaskan sesuatu
yang lebih baik dan mengambil yang tidak bergarga.
Yakni ketika mereka memilih bertabarruj menggantikan busana jilbab.
Sepadankah budaya buka-bukaan, ugal-ugalan ketelanjangan bila dibandingkan
dengan budaya malu, kesusilaan dan kewibawaan ?
Modal menikmati masa muda bagaimana yang engkau inginkan,
sementara saat keluar ke jalan tanpa berhijab hakikatanya
engkau melakukan dosa setiap orang memandangmu?

Hitung setiap hari, berapa jumlah dosa yang engkau pikul akibat tabarrujmu
saat beribu-ribu pasangmata laki-laki menatapmu.
Berpikirlah wahai wanita, betapa sering engkau melakukan dosa besar ini
dan mempertontonkan aurat!
Betapa banyak kehormatan yang telah engkau rampas!
Banyak sudah fitnah yang enkau bangkitkan!
Berapa banyak mata tajam yang telah menelan dangingmu dan menikmati kecantikanmu?
Dan berapa banyak jiwa kotor yang ingin menjalin hubungan denganmu?
Totallah jumlah dosa-dosa ini setiap kali engkau keluar dan pergi sepanjang hayatmu,
niscaya engkau mendapatinya sebagai dosa yang sangat berat,
membuatmu tertatih-tatih memikulnya.
Dan engkau tak kan sanggup membawanya di hari kiamat.

Beginikah cara menikmati masa muda wahai wanita malang,
tanpa batas dan aturan-aturan syariat?!
Sesungguhnya jika ia mau merenungkan barang sebentar hal tersebut,
pasti wajahnya merah merona karena malu dan ia akan menutup kecantikan
dan perhiasannya dari mata-mata buas yang tak tau malu.

Tidak berarti ketika memakai jilbab engkau hidup introvert, menjauh dari
pergaulan masyarakat. Sama sekali tidak. Bahkan sebaliknya,
Islam menghendakimu menjadi pribadi yang supel, mudah akrab
dan ramah dengan orang lain: enerjik dengan tetap menjaga rasa malu:
rendah hati tapi tidak rendah diri; memiliki harga diri tanpa di bumbui kesombongan.
Pemalu, tidak suka menyakiti, jujur, tidak banyak bicara, banyak berbuat, hati-hati,
berbakti lagi suka menyambung silaturahmi, tahu terimakasih lagi penyebar,
Siapa melihatmu , siapa berkawan denganmu ia mencintaimu.
Dan, seorang wanita yang murah senyum serta berpandangan luas.

Renungkanlah sendiri betapa berat beban dosa-dosa ini.
Dan untuk selanjutnya, ingat kembali misimu dalam kehidupan ini,
untuk apa engkau diciptakan? Engkau akan menemukan jawaban
yang benar-benar kontras dengan realita yang engkau jalani.
Maka segeralah melakukan taubat tulus kepada Allah sebelum
perjalanan ke negeri akhirat keburu lepas.

Wahai Wanita Sholeha.
Taukah anda Bahwa Sesungguhnya Bidadari itu Cemburu
karena rasa malu itu menjadi penghias akhlaq dan keimanan-mu
Mereka cemburu pada kalian para pejuang kehidupan,
Penyampai kebenaran,Pencinta ketakwaan & Para pencari cinta Al-Haq
yang mampu mengisi hidupnya dengan keTAATan dan senantiasa memenuhinya
dengan agenda yang mendekatkan kalian pada-Nya..Renungkan !

Jadilah seperti Pokok

"Jadilah kamu bersama manusia laksana pokok buah-buahan,
mereka baling kamu dengan batu dan kamu tetap
gugurkan buah kepada mereka."

~ (Hassan Al-Banna) ~


Segenggam tabah

Seorang hamba Allah yg banyak kekurangan dan kelemahan
tetapi sentiasa berusaha untuk memperbaiki diri supaya
menjadi lebih baik dari hari ke hari....

Seorang yg ketandusan ilmu dan setiasa mencari dan menuntut ilmu...
iman ini tidak lah sekuat mana seperti mantapnya
iman Nabi Muhammad SAW…..
Seorang hamba Allah yg banyak kekurangan dan kelemahan
tetapi sentiasa berusaha untuk memperbaiki diri supaya
menjadi lebih baik dari hari ke hari....

Seorang yg ketandusan ilmu dan setiasa mencari dan menuntut ilmu...
iman ini tidak lah sekuat mana seperti mantapnya
iman Nabi Muhammad SAW…..


Ya Allah kuatkan lah iman ku dan seluruh umat Nabi Muhammad SAW...

SESEORANG MANUSIA CUKUP RENDAH HATI UNTUK MENGAKUI KESILAPANNYA,
CUKUP BIJAK MENGAMBIL MANFAAT DARIPADA KEGAGALANNYA DAN
CUKUP BERANI UNTUK MEMBETULKAN KESILAPANNYA........

~✿• KISAH JILBAB HATI •✿~


Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakaatuh

Ada seorang wanita yang dikenal taat beribadah. Ia kadang menjalankan ibadah sunnah. Hanya satu kekurangannya. Ia tak mau berjilbab. Menutup auratnya. Setiap kali ditanya ia hanya tersenyum dan menjawab, “InsyaAllah. Yang penting hati dulu yang berjilbab.” Sudah banyak orang yang menanyakannya maupun menasehatinya. Ta
pi jawabannya tetap sama.

♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫

Hingga suatu malam,...

Ia bermimpi sedang di sebuah taman yang sangat indah. Rumputnya sangat hijau, berbagai macam bunga bermekaran. Ia bahkan bisa merasakan segarnya udara dan wanginya bunga. Sebuah sungai yang sangat jernih hingga dasarnya kelihatan, melintas di pinngir taman. Semilir angin pun ia rasakan di sela-sela jarinya. Ia tidak sendiri. Ada beberapa wanita disitu yang terlihat juga menikmati keindahan taman. Ia pun menghampiri salah satu wanita. Wajahnya sangat bersih, seakan-akan memancarkan cahaya yang sangat lembut.

“Assalamu'alaikum, saudariku..”

“Wa'alaikumussalam.. Selamat datang, saudariku.”

“Terima kasih.. Apakah ini surga?”

Wanita itu tersenyum. “Tentu saja bukan, saudariku.. ini hanyalah tempat menunggu sebelum ke surga.” “Benarkah? Tak bisa kubayangkan seperti apa indahnya surga jika tempat menunggunya saja sudah seindah ini.”

Wanita itu tersenyum lagi. “Amalan apa yang bisa membuatmu kemari, saudariku?”

“Aku selalu menjaga waktu sholat dan aku menambahnya dengan ibadah sunnah.”

“Alhamdulillah..”

Tiba-tiba jauh di ujung taman ia melihat sebuah pintu yang sangat indah. Pintu itu terbuka. Dan ia melihat beberapa wanita yang berada di taman mulai memasukinya satu persatu.

“Ayo, kita ikuti mereka.” kata wanita itu sambil setengah berlari.

“Apa di balik pintu itu?” katanya sambil mengikuti wanita itu.

“Tentu saja surga, saudariku” larinya semakin cepat.

“Tunggu.. tunggu aku..” ia berlari namun tetap tertinggal.

Wanita itu hanya setengah berlari sambil tersenyum padanya. Ia tetap tak mampu mengejarnya meski ia sudah berlari. Ia lalu berteriak, ” Amalan apa yang telah kau lakukan hingga kau begitu ringan?”

“Sama denganmu, saudariku.” jawab wanita itu sambil tersenyum.

Wanita itu telah mencapai pintu. Sebelah kakinya telah melewati pintu. Sebelum wanita itu melewati pintu sepenuhnya, ia berteriak pada wanita itu, “Amalan apalagi yang kau lakukan yang tidak kulakukan?”

Wanita itu menatapnya dan tersenyum. Lalu berkata, “Apakah kau tak memperhatikan dirimu apa yang membedakan dengan diriku?”

Ia sudah kehabisan napas, tak mampu lagi menjawab.

“Apakah kau mengira Rabbmu akan mengijinkanmu masuk ke surgaNya tanpa jilbab menutup auratmu?”

♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫

Tubuh wanita itu telah melewati pintu, tapi tiba-tiba kepalanya mengintip keluar, memandangnya dan berkata, “Sungguh sangat disayangkan amalanmu tak mampu membuatmu mengikutiku memasuki surga ini. Maka kau tak akan pernah mendapatkan surga ini untuk dirimu. Cukuplah surga hanya sampai di hatimu karena niatmu adalah menghijabi hati.”

Ia tertegun.. lalu terbangun.. beristighfar lalu mengambil air wudhu. Ia tunaikan sholat malam. Menangis dan menyesali perkataannya dulu.. berjanji pada Allah sejak saat itu ia akan menutup auratnya.

"Hanya dengan mengingat Allah hati kan menjadi tenang"

~
• Semoga Bermanfaat wa InsyaAllah •~